Sabtu, 18 Januari 2014

MA true Bother -.-r



Tik tik tik ….
Suara detik jarum jam terdengar jelas ditelingaku, dimana semua orang tertidur lelap dan saya hanya  berbaring berusaha untuk tertidur entah kenapa sedari tadi  fikiranku terus  berimmajinasi dengan sendirinya.Segera ku tatap wallpaper handphonkudan terlihat jelas  jam menunjukkan pukul 02 AM .. “ahh sudah subuh” bisikku dalam hati.Tiba TIba terdengar suara  orang  yang sedang berdebat  serius  terdengar seperti suara kakak Fikri dan ayah .. menurutku itu sudah biasa terjadi tapi baru kali ini saya mendengar mereka berdebat  diwaktu dini hari seperti ini  mmau apa mereka ? menganggu tidur semua orang??   Saya pun mengendap-endap memasuki ruangan tengah  tempat kakak dan ayah berada  saya  pun melihat dua sosok yang sedang berhadapan dan terlihat jelas kakak fikri meneteskan air mata  dan raut wajah ayah yang saat itu memerah karena emosi dari  dirinya …

Ayah  dan kakak Fikri  selalu betdebat serius seperti inii semenjak  ibu meninggal setahun yang lalu .. Hidup kami benar-benar berantakan  ayah selalu pulang larut malam karena pekerjaannya yang selalu lembur sedangkan kakak fikripun begitu iya selalu pulang larut malam entah kemana ia pergi ??  sedangkan saya hanya mengurung diri dkamar.Dirumah yang sebesar ini hanya kami ber-3  terasa hampa
“DIAM!!!!” teriakku  
lalu aku lari menuju kekamar setelah itu aku tak mendengar perdebatan apapun  akupun menangis di balik selimut yang tidak terlalu tebal ini .. tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu kamar dan  berjalan kearahku  ..”siapa itu ??” bisikku dalam hati tiba-tiba dia  menciun keningku  lalu pergi ..ketika ia pergi kucoba mengintip dari balik selimut dan kuliahat itu ayah ..
Pagi harinya….
Selamat pagii semua …
“Kak kita berangkatnya barengan ya ?”
“iya”
Kakak fikri itu  nakal banget suka jailin aku aku sayang banget sama kakak fikri sama ayah juga tapi mereka berdua suka bertengkar  buatku tambah sedih aku tau ayah marah sama kak fikri gara-gara tingkahlaku kak fikri yang nakal dan tidak teratur ayah ingin yang terbaik buat kak fikri tetapi disisilain kak fifkri merasa ditekan oleh sikap ayah yang kayak gitu ia tidaknyaman sehingga ia mencari kenyamanan diluarsana  kak fikri suka tawuran dan  menghabur-hamburkan  duit ayah . ohya namaku Rara “hmm ngerti kok yah “
 Selalu banyak cara aku lakukan buat ayah sama kakak akur tetapi kayaknya ga bisa  .
--
“Selamat pagi teman-teman” sambil melambaikan tangan ku hanpiri tiga orang sahabatku
“eh ra kakak lu si fikri kemarin ditangkap polisi ?kenapa bisa?” tanya nining
“ enggak kok  siapa yang bilang kayak gitu ning ?”
“aku liat sendiri  di samping  tempat karokean dekat rumah ku “
Aku mendadak tidak bisa napas dengar berita ini,pantasan semalam ayah marah sekali sama kak fikri ternyata gara-gara itu .
“aku gak tau tuh ning soalnya tadi malam kak fikri pulang kok .. makasih infonya ya ning”

“iya..coba lu tanya ke kakak mu”
“enggak berani entar aku yang di tonjok”
“mana mungkin kan kamu adik kesayangannya ”
“hahhahah”

--
Sepulang sekolah aku dan teman-teman berniat untuk mampir ke MOL dekat sekolah tetapi di perjalanan kami melihat kak fikri dan teman-temannya berkelahi    aku ga bisa tinggal diam dong aku berlari menolong kak fikri  tetapi ka fikri malah memarahiku
“pergii  Raaa pergiiii !!!”
“kak hentikan kita pulang yuk” sambil menarik tangan kak fikri
“ kamu kenapa Ra ini urusan kakak jangan ikut campur  kamu pulang sana  lewat jalan di belakang ,ini bahaya Ra !”
“tapi kak”
“gak usah tapi-tapian, panggil semua temanmu lewat sini “
 ‘iya kak’
aku dan teman-teman mengikuti arahan kak fikri selama d perjalanan siNining negur aku
“Ra kamu bodoh ya ngapain tadi kamu  ketempat kakak kamu , mau d tonjok juga ya?”
“ ahh tadi aku ga kepikiran ke situ  ning “
 Taman-teman yang lain meliatku heran
“apa yang kamu pikirkan ?”
“aku takut nanti kak fikri dimarahin sama ayah lagi karena dia berkelahi “
“ ahh ga usah dipikirkan diakan laki-laki “
“hmmm”
 Sepulang dari mol kami semua pun berpisah karena arah rumah kami yang berbeda-beda  saya pun pulang sendiri menaiki angkutan umum
Sesampainya dirumah kira-kira pukul  06 PM aku langsung tepar di tempat tidur hingga aku tertidur dengan sendirinya .Saat akau terbangun aku sudah berada dalam posisi berselimut .Siapa yang memberiku selimut? Bisikku dalam hati apakan Ayah ?  yess ayah pulang ini kan baru jam 09 PM .. segera aku keluar mencari ayah  dan  batang hidung ayah pun gak kelihatan . segera aku menuju dapur ..
--
 “eh kakak kapan pulang kak?” tanyaku terkejut
‘dari tadi’
 “ wajah kakak biru –biru .. sini aku obatin kak “
“ ga usah Ra ini luka kecil kok“
“ apanya yang kecil kak ? ini parah ”
“ terserah kamu deh “
Akupun  mengobati luka kak Fikri dengan lembut terkadang sedikit jahil kak fikri punmenjerit kesakitan . tiba-tiba kak rifki bertanya sesuatu kepadaku
“Ra kamu apa-apan sih tadi ?”
“aku  mau ngajak kakak pulang ?”
“ yah ga gitu caranya tadi kalau kamu yang di tonjok gimana?”
“ya maaf  kak “
“ yah lain kali jangan gitu “
“ kakak sendiri kenapa berkelahi?”
Aku gak mau berkelahi cuman mereka semua yang menantang Ra”
“ya ga usah di ladenin to kak”
“kamu mau aku mati di gebukin ga melawan’’
“iya juga sih kak “
Setelah itu kami  bercanda  hingga tertidur di sofa
Kakak Fikri banyak bercerita tentang dirinya   ia sangat  membenci tawuran ataupun berkelahi  Karena itu hanya membuat addnya pertumpahan darah santara mereka tetapi banyak yang menantangnya sehingga ia harus melakukannya demi teman dan orang yang ia sayangi ia juga suka menghamburkan uang bukan untuk dirinya melainkan memberikannya kepada temannya yang tdk mampu .. hmm ternyata ayah salah paham tentang kakfikri
--
“Kak berangkat bareng yuk ?”
“ kakak diluan ya kamu naik angkutan umum ntar kita pulangnya barengan “
“hmm iya deh “ jawabku kesal
“Jangan cenberut dek “ kak fikri mencubit pipiku ‘ 
Entah mengapa perasaanku gak enak bange kayak kak fikkri mau ninggalin aku untuk seelamaya
--
Kringg-kringgg bel sekolah berbunyi mataku tak lepas dr  gerbang sekolah
 Kak fikri kemana harusya diaa sudah sampai ..gerutuku dalam hati
“ Ra masuk yuk” ajak Nining
“ iya tapi aku mau tungguin kakak aku”
“ ntar istirahat kita kelasnya 
“iya “
--
Kakak liat kakak aku tidak? Tanyaku kepada teman kelas kak fikri
“ dia gak masuk  hmm katanya mau pergi nolong temannya yg d tahan sama geng  musuhnya itu “Hah!! Dimana kak ???“
enggak tau juga sih
hmm ok makasih kak..
iya
setelah itu perasaanku tambah tak karuan mana mungkin kak fikri mau ke markas musuhnya itu cuman buat nolongin anggotanya yang di tahan hah apa yang dipikirkan kak fikri ??
            Mulai saat itu aku tidak henti-hentinya memikirkan ka Fikri dan berdoa buat keselamatannya  ingin rasanya aku menhubungi Ayah tetapi aku tidak berani. Aku mondar mandir di depan rumah menunggu kak Fikri dan Ayah pulang  Ahh ini saat tidak enak  denyut jantunggku berdetak begitu cepat tak henti juga ku pandangi wallpaper hape ku menunggu telfon atau sms yang masuk berharap ada kabar dari kak Fikri..
“aku harus berbuat apa ?? Kak Fikri dalam bahaya.. ini sudah jam setengah duabelas  hmm mana Ayah belum pulang  lagi  “ bisikku dalam hati
Tiba-tiba  di gerbang terlihat sosok kak fikri yang berjalan lemas tak berdaya segara aku lari merankul  kak Fikri menuju ke kamarnya dan kuobati seluruh luka kak Fikri  sepertinya kak Fikri sudah tertidur ia pun sama sekali tidak berbicara sepatah katapun denganku  ia juga tidak teriak kesakitan ketika  kubersihkan memar di tangan dan wajahnya 
“kak kenapa kakak jadi kaya begini ?kakak tahu  apa yang difikirkan ayah kalau ia pulang ?. kenapa kakak selalu memikirkan orang-orang diluar sana bahkan diri kakak saja kakak tidak fikirkan ./” oceh ku sendiri di kamar kak Fikri .
            Setelah  aku  membersihkan luka-luka kak Fikri  saya langsung menuju kekamar untum tidur tetapi ketika menuju ke kamar aku melihat ayah yang berjalan  menuju ke kamar nya lalau aku memanggil dan lari memeluknya..
“ayah!!!  Ayah baru pulang ?”
“kenapa kamu belum tidur?”
“aku tunggu ayah pulang ?”
‘’ ayah sudah pulang sekarang kamu tidur ya ? »
’iya  ayah ‘
            Sepertinya ayah  kecapean sehingga ia tak menanyakan  keadaan kak Fikri
Pagi harinya aku terbangun  segera menuju  kekamar ttapetapi hasilnya nuhil ayah sudah berangkat kekantor  padahal ini hari minggu .Setelah  saya menuju kekamar kakak untuk melihat keadaan  kakak ternyata  iya  sudah bangun
“bagaimana keadaan kakak?”
“kakak enggak apa-apa Ra”
“Kakak kemarin kemana?”tanyaku serius .tetapi jawaban kak firihanya mencandaiku “kehati Melody JKT48 “   haha kakak tertawa kecil aku hanya menjawab “Yah kakak lagi seruis juga”  kakak Fikri
Menceritakan semua kejadian pada saat  menolong temannya itu pada saat itu  kakriki sudah kalah oleh mulusnya itu tetapi entah mengapa  ia membebaskan geng kak rifki begitu saja hmm mungkin mereka salut dengan perjuangan kak FIkri hahha kalou gitu aku juga  salut sama kak fikri
Kesokan harinya aku ada janji sama kak Fikri buat nonton  bareng walaupun ayah tidak ikut bersama kami
---
“Doh kakak kemana sih lama benar..”
Tiba-tiba seseorang bembungkam hidung dan mulutku dengan  kain yang berbau alkohol yang membuatku  tak pi tidak bias  beberapa kali aku mencoba melawan tetapi aku tidak bias kekuatannya begitu besar dan tidak ala aku tak adarkan diri dibuatnya ..
--
Ketika kubuka mataku aku sudah berada di dalam sebuah ruangan kecil yang sangat berantakan beserta barang-barang tak layak pakai  mulutku di tutupi oleh saputangan, kaki dan tanganku pun diikatnya dengan keras yang membuatku tak dapat bergerah bebas aku tak bisa  apa-apa saat ini  hanya doa yang bisa kupanjatkan sedari tadi .
Tiba-tiba terdengar 2 suara yang tak  asing lagi berdialong 
“dia baik-bbaik saja”
“jangan apa-apakan dia!!  Lawanlah aku ..
“temui aku di gubuk tua di jalan jambu ‘’
‘’ jangan apa-apakan adikku !!’’
Tenang selama kau tak macam-macam aku  tak  apa-apakan  dia  hahhahaha”
            Apa  dia bilang adik (?) hah iya itu kaka Fikri  semoga kakak datang menolongku  hmm tapi dia hanya sendiri gawat-gawat akuharus bagai mana bisa-bisa kakak akan di bunuh oleh mereka karena itulah tujuan  utama mereka..
“kakakk pliss jangan datang “ keluhku dalam hati
RARA!!!!!
“Seseorang memanggilku .. itu suara KAK Fikri oh tidak ini akan gawat .”
            Walaupun aku tak melihat  apa yang terjadi di luar sana tetapi kedengaran jelas kak fikri berhasil menggalahkan anak buah dari penjahat ini  tidak lama setelah itu terlihat sosok berbadan kekar memassuki ruangan dan  mendekatiku  dan melepas semua ikatan yang ada pada tubuhku .
“mau di bawwa kemana aku ini “ celotwhku dalam hati
“sudah jangan banyak bicara ikut saja denganku “
 “apa dia mengetahui aku sedang membicarakannya (?)”
            Lalu aku di tariknya keluar bagaikan seekor binatang .Penjahat ini memperlakukanku tidak manusiawi  dan tubuhku sangan merasakan kesakitan dibuatnya  beberapakali cambukan di arahkan ke betis dan pinggangku hingga aku mengeluarkan suara kesakitan yang luar biasa  dan anehnya saya tak meneteskan airmata sedikitpu hmm yah saya berfikir bahwa saya harus kuat demi kakakku  tiba-tiba terdengar suara  kak Fikri ..
“STOPP!!!! Jangan sakiti adikku “
“HAAHAAHA akhirnya kau sampai juga di sini FIKRI!”
“Apa yang kau ingikan bukankah saya telah melaksanakan  apa yang kau  perintahkan mengapa kau sakiti adikku ? HAH?”
Disini saya mendengarkan semua percakapan antara penjahat disampingku dan kakakku yang tidak jauh dari kami  saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan TENTANG PERINTAH ATAU IMBALAN  setelah itu mereka berkelahi tepat dihadapanku   oh tidakk penjahat itu mengeluarkan pisau dan menusuk tepat d peruut kkak FIKRII ..
AWASSS KAKAKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! /teriakku/
Apalah dayaku itu terlambat  pisau itu telah terrtancap d  petut ka fikri dan kak fikri masih mampu berdiri kokoh melawan penjahat itu  saya  takdapat berbuat apa-apa karena aku telah lemah tak berdaya karena cambukan dari penjahat itu akan tetapi saya mencoba bangkit dan mengambil senjata api yang tergeletak diatas meja dan langsung menembak dada  penjahat itu
duarrrrr!%# 4%^&*(&*(&T%%
“Aaaaaaa….” teriak penjahat itu lalu roboh seketika  lalu aku berlari  kearak Kak Fikri yang hamper roboh juga  lalu memeluknya  karena  tak dapat menahan tubuhnya akupun duduk dan kak Fikri meniduri pahaku ..
“RA! Kakak minta maaf yah kakak banyak salah sama kamu dan Ayah “ sambil mengeram kesakitan memegang perutnya .
“kakak jangan ngomong gitu  .. Rara yang banyak salah sama kakak Rara yang harus minta maaf kak ..  “ air mataku sudah tak terbendung lagi  aku menangis dihadapan kak Fikri  memohon agar kak Fikri bertahan
“ Ra maafin kakak …….“  setelah kalimat itu kak Fikri lalu menutup matanya  dan aku tak tahu  ingin lakukan apa.. aku hanya bisa menangis dan mencari handphone di saku kak Fikri dan menelpon ambulance dan ayah.
Sesampainya di  rumah sakit Kak fikri lalu di tangani oleh dokter-dokter  kepercayaan ayah . Aku dan ayah berada dalam ruangan tunggu tangan dan pakaianku yang penuh darah  ini tak sempat kubersihkan  dan aku tak henti-hentinya menangis dan merasa bersalah .Ayah juga terlihat sedih  sepertinya ia menangis tetapi aku tak mampu bercakap dengannya  aku hanya  mendekatinya dan memeluknya  sedang cepat ayapun membalas pelukanku tampa berkata apapun . Setelah beberapa jam  kami diizinkan melihat keadaan kak fikri.Kak Fikri terlihat  tertudur dan sangat Tampan dengan wajah tersenyum akupun kembali meneteskan air mata  membayangkan kembali  kenangan bersama kakFikri ,Mama dan Ayah.. lalau ayah memelukku dan berkata
‘’Kakak mu akan baik –baik saja percayalah ‘’
Akuhanya membalas pelukan ayah dan tersenyum  .. tiba-tiba Kak fikri memanggil namaku dan Ayah
« Ayah..Rara ! « 
«  iya kak «  jawabku
« Ayah ,Ra maafin Fikri yah »
« Ayah maafin fikri «  Ayah sayang sama Fikri …
« makasih ayah « 
Ra kamu jaga ayah baik-baik yah  ..kamu juga jaga kesehatan « 
« kakak ngomong gitu kayak mau pergi ..jangan gitu kak « 
Kak Fikri hanya tersenyum dan berkata
“ Ayah bisikin kalimat syahadat ditelinga Fikri  dong « 
«  iya nak « 
«ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh « 
ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh
wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh “waashaduannamuhammadarrasulullah…
wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh -TAMAT -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar