Tik tik tik ….
Suara
detik jarum jam terdengar jelas ditelingaku, dimana semua orang tertidur lelap
dan saya hanya berbaring berusaha untuk
tertidur entah kenapa sedari tadi
fikiranku terus berimmajinasi
dengan sendirinya.Segera ku tatap wallpaper handphonkudan terlihat jelas jam menunjukkan pukul 02 AM .. “ahh sudah
subuh” bisikku dalam hati.Tiba TIba terdengar suara orang yang sedang berdebat serius terdengar seperti suara kakak Fikri dan ayah
.. menurutku itu sudah biasa terjadi tapi baru kali ini saya mendengar mereka
berdebat diwaktu dini hari seperti
ini mmau apa mereka ? menganggu tidur
semua orang?? Saya pun mengendap-endap
memasuki ruangan tengah tempat kakak dan
ayah berada saya pun melihat dua sosok yang sedang berhadapan
dan terlihat jelas kakak fikri meneteskan air mata dan raut wajah ayah yang saat itu memerah
karena emosi dari dirinya …
Ayah dan kakak Fikri selalu betdebat serius seperti inii
semenjak ibu meninggal setahun yang lalu
.. Hidup kami benar-benar berantakan
ayah selalu pulang larut malam karena pekerjaannya yang selalu lembur
sedangkan kakak fikripun begitu iya selalu pulang larut malam entah kemana ia
pergi ?? sedangkan saya hanya mengurung
diri dkamar.Dirumah yang sebesar ini hanya kami ber-3 terasa hampa
“DIAM!!!!” teriakku
lalu aku lari menuju
kekamar setelah itu aku tak mendengar perdebatan apapun akupun menangis di balik selimut yang tidak
terlalu tebal ini .. tiba-tiba terdengar suara seseorang membuka pintu kamar
dan berjalan kearahku ..”siapa itu ??” bisikku dalam hati tiba-tiba
dia menciun keningku lalu pergi ..ketika ia pergi kucoba mengintip
dari balik selimut dan kuliahat itu ayah ..
Pagi harinya….
Selamat pagii semua …
“Kak kita berangkatnya
barengan ya ?”
“iya”
Kakak fikri itu nakal banget suka jailin aku aku sayang
banget sama kakak fikri sama ayah juga tapi mereka berdua suka bertengkar buatku tambah sedih aku tau ayah marah sama
kak fikri gara-gara tingkahlaku kak fikri yang nakal dan tidak teratur ayah
ingin yang terbaik buat kak fikri tetapi disisilain kak fifkri merasa ditekan
oleh sikap ayah yang kayak gitu ia tidaknyaman sehingga ia mencari kenyamanan
diluarsana kak fikri suka tawuran
dan menghabur-hamburkan duit
ayah . ohya namaku Rara “hmm ngerti kok yah “
Selalu banyak cara aku lakukan buat ayah sama
kakak akur tetapi kayaknya ga bisa .
--
“Selamat pagi
teman-teman” sambil melambaikan tangan ku hanpiri tiga orang sahabatku
“eh ra kakak lu si
fikri kemarin ditangkap polisi ?kenapa bisa?” tanya nining
“ enggak kok siapa yang bilang kayak gitu ning ?”
“aku liat sendiri di samping
tempat karokean dekat rumah ku “
Aku mendadak tidak bisa
napas dengar berita ini,pantasan semalam ayah marah sekali sama kak fikri
ternyata gara-gara itu .
“aku gak tau tuh ning
soalnya tadi malam kak fikri pulang kok .. makasih infonya ya ning”
“iya..coba lu tanya ke
kakak mu”
“enggak berani entar
aku yang di tonjok”
“mana mungkin kan kamu
adik kesayangannya ”
“hahhahah”
--
Sepulang sekolah aku
dan teman-teman berniat untuk mampir ke MOL dekat sekolah tetapi di perjalanan
kami melihat kak fikri dan teman-temannya berkelahi aku ga bisa tinggal diam dong aku berlari
menolong kak fikri tetapi ka fikri malah
memarahiku
“pergii Raaa pergiiii !!!”
“kak hentikan kita
pulang yuk” sambil menarik tangan kak fikri
“ kamu kenapa Ra ini
urusan kakak jangan ikut campur kamu
pulang sana lewat jalan di belakang ,ini
bahaya Ra !”
“tapi kak”
“gak usah tapi-tapian,
panggil semua temanmu lewat sini “
‘iya kak’
aku dan teman-teman
mengikuti arahan kak fikri selama d perjalanan siNining negur aku
“Ra kamu bodoh ya ngapain
tadi kamu ketempat kakak kamu , mau d
tonjok juga ya?”
“ ahh tadi aku ga
kepikiran ke situ ning “
Taman-teman yang lain meliatku heran
“apa yang kamu pikirkan
?”
“aku takut nanti kak
fikri dimarahin sama ayah lagi karena dia berkelahi “
“ ahh ga usah
dipikirkan diakan laki-laki “
“hmmm”
Sepulang dari mol kami semua pun berpisah
karena arah rumah kami yang berbeda-beda
saya pun pulang sendiri menaiki angkutan umum
Sesampainya dirumah
kira-kira pukul 06 PM aku langsung tepar
di tempat tidur hingga aku tertidur dengan sendirinya .Saat akau terbangun aku
sudah berada dalam posisi berselimut .Siapa yang memberiku selimut? Bisikku
dalam hati apakan Ayah ? yess ayah
pulang ini kan baru jam 09 PM .. segera aku keluar mencari ayah dan
batang hidung ayah pun gak kelihatan . segera aku menuju dapur ..
--
“eh kakak kapan pulang kak?” tanyaku
terkejut
‘dari tadi’
“ wajah kakak biru –biru .. sini aku
obatin kak “
“ ga usah Ra ini luka
kecil kok“
“ apanya yang kecil
kak ? ini parah ”
“ terserah kamu deh “
Akupun mengobati luka kak Fikri dengan lembut
terkadang sedikit jahil kak fikri punmenjerit kesakitan . tiba-tiba kak rifki
bertanya sesuatu kepadaku
“Ra kamu apa-apan sih
tadi ?”
“aku mau ngajak kakak pulang ?”
“ yah ga gitu caranya
tadi kalau kamu yang di tonjok gimana?”
“ya maaf kak “
“ yah lain kali jangan
gitu “
“ kakak sendiri kenapa
berkelahi?”
Aku gak mau berkelahi cuman
mereka semua yang menantang Ra”
“ya ga usah di ladenin
to kak”
“kamu mau aku mati di
gebukin ga melawan’’
“iya juga sih kak “
Setelah itu kami bercanda
hingga tertidur di sofa
Kakak Fikri banyak
bercerita tentang dirinya ia
sangat membenci tawuran ataupun berkelahi Karena itu hanya membuat addnya pertumpahan
darah santara mereka tetapi banyak yang menantangnya sehingga ia harus
melakukannya demi teman dan orang yang ia sayangi ia juga suka menghamburkan
uang bukan untuk dirinya melainkan memberikannya kepada temannya yang tdk mampu
.. hmm ternyata ayah salah paham tentang kakfikri
--
“Kak berangkat bareng
yuk ?”
“ kakak diluan ya kamu
naik angkutan umum ntar kita pulangnya barengan “
“hmm iya deh “ jawabku
kesal
“Jangan cenberut dek “
kak fikri mencubit pipiku ‘
Entah mengapa
perasaanku gak enak bange kayak kak fikkri mau ninggalin aku untuk seelamaya
--
Kringg-kringgg bel
sekolah berbunyi mataku tak lepas dr
gerbang sekolah
Kak fikri kemana harusya diaa sudah sampai
..gerutuku dalam hati
“ Ra masuk yuk” ajak
Nining
“ iya tapi aku mau
tungguin kakak aku”
“ ntar istirahat kita
kelasnya “
“iya “
--
Kakak liat kakak aku
tidak? Tanyaku kepada teman kelas kak fikri
“ dia gak masuk hmm katanya mau pergi nolong temannya yg d
tahan sama geng musuhnya itu “Hah!! Dimana
kak ???“
enggak tau juga sih
hmm ok makasih kak..
iya
setelah itu perasaanku
tambah tak karuan mana mungkin kak fikri mau ke markas musuhnya itu cuman buat
nolongin anggotanya yang di tahan hah apa yang dipikirkan kak fikri ??
Mulai saat itu aku tidak henti-hentinya memikirkan ka
Fikri dan berdoa buat keselamatannya
ingin rasanya aku menhubungi Ayah tetapi aku tidak berani. Aku mondar
mandir di depan rumah menunggu kak Fikri dan Ayah pulang Ahh ini saat tidak enak denyut jantunggku berdetak begitu cepat tak
henti juga ku pandangi wallpaper hape ku menunggu telfon atau sms yang masuk
berharap ada kabar dari kak Fikri..
“aku harus berbuat apa
?? Kak Fikri dalam bahaya.. ini sudah jam setengah duabelas hmm mana Ayah belum pulang lagi “
bisikku dalam hati
Tiba-tiba di gerbang terlihat sosok kak fikri yang
berjalan lemas tak berdaya segara aku lari merankul kak Fikri menuju ke kamarnya dan kuobati
seluruh luka kak Fikri sepertinya kak
Fikri sudah tertidur ia pun sama sekali tidak berbicara sepatah katapun
denganku ia juga tidak teriak kesakitan
ketika kubersihkan memar di tangan dan
wajahnya
“kak kenapa kakak jadi
kaya begini ?kakak tahu apa yang
difikirkan ayah kalau ia pulang ?. kenapa kakak selalu memikirkan orang-orang
diluar sana bahkan diri kakak saja kakak tidak fikirkan ./” oceh ku sendiri di
kamar kak Fikri .
Setelah aku membersihkan luka-luka kak Fikri saya langsung menuju kekamar untum tidur
tetapi ketika menuju ke kamar aku melihat ayah yang berjalan menuju ke kamar nya lalau aku memanggil dan
lari memeluknya..
“ayah!!! Ayah baru pulang ?”
“kenapa kamu belum tidur?”
“aku tunggu ayah pulang ?”
‘’ ayah sudah pulang sekarang kamu tidur ya ? »
’iya ayah ‘
Sepertinya
ayah kecapean sehingga ia tak menanyakan keadaan kak Fikri
Pagi harinya aku
terbangun segera menuju kekamar ttapetapi hasilnya nuhil ayah sudah
berangkat kekantor padahal ini hari
minggu .Setelah saya menuju kekamar
kakak untuk melihat keadaan kakak
ternyata iya sudah bangun
“bagaimana keadaan
kakak?”
“kakak enggak apa-apa
Ra”
“Kakak kemarin
kemana?”tanyaku serius .tetapi jawaban kak firihanya mencandaiku “kehati Melody
JKT48 “ haha kakak tertawa kecil aku
hanya menjawab “Yah kakak lagi seruis juga”
kakak Fikri
Menceritakan semua
kejadian pada saat menolong temannya itu
pada saat itu kakriki sudah kalah oleh
mulusnya itu tetapi entah mengapa ia
membebaskan geng kak rifki begitu saja hmm mungkin mereka salut dengan
perjuangan kak FIkri hahha kalou gitu aku juga
salut sama kak fikri
Kesokan harinya aku ada
janji sama kak Fikri buat nonton bareng
walaupun ayah tidak ikut bersama kami
---
“Doh kakak kemana sih
lama benar..”
Tiba-tiba seseorang
bembungkam hidung dan mulutku dengan
kain yang berbau alkohol yang membuatku
tak pi tidak bias beberapa kali
aku mencoba melawan tetapi aku tidak bias kekuatannya begitu besar dan tidak
ala aku tak adarkan diri dibuatnya ..
--
Ketika kubuka mataku
aku sudah berada di dalam sebuah ruangan kecil yang sangat berantakan beserta
barang-barang tak layak pakai mulutku di
tutupi oleh saputangan, kaki dan tanganku pun diikatnya dengan keras yang
membuatku tak dapat bergerah bebas aku tak bisa
apa-apa saat ini hanya doa yang
bisa kupanjatkan sedari tadi .
Tiba-tiba terdengar 2
suara yang tak asing lagi
berdialong
“dia baik-bbaik saja”
“jangan apa-apakan
dia!! Lawanlah aku ..
“temui aku di gubuk tua di jalan jambu ‘’
‘’ jangan apa-apakan
adikku !!’’
Tenang selama kau tak
macam-macam aku tak apa-apakan
dia hahhahaha”
Apa dia bilang
adik (?) hah iya itu kaka Fikri semoga
kakak datang menolongku hmm tapi dia
hanya sendiri gawat-gawat akuharus bagai mana bisa-bisa kakak akan di bunuh
oleh mereka karena itulah tujuan utama
mereka..
“kakakk pliss jangan
datang “ keluhku dalam hati
RARA!!!!!
“Seseorang memanggilku
.. itu suara KAK Fikri oh tidak ini akan gawat .”
Walaupun
aku tak melihat apa yang terjadi di luar
sana tetapi kedengaran jelas kak fikri berhasil menggalahkan anak buah dari
penjahat ini tidak lama setelah itu terlihat
sosok berbadan kekar memassuki ruangan dan mendekatiku dan melepas semua ikatan yang ada pada tubuhku
.
“mau di bawwa kemana
aku ini “ celotwhku dalam hati
“sudah jangan banyak
bicara ikut saja denganku “
“apa dia mengetahui aku sedang
membicarakannya (?)”
Lalu
aku di tariknya keluar bagaikan seekor binatang .Penjahat ini memperlakukanku
tidak manusiawi dan tubuhku sangan
merasakan kesakitan dibuatnya
beberapakali cambukan di arahkan ke betis dan pinggangku hingga aku
mengeluarkan suara kesakitan yang luar biasa
dan anehnya saya tak meneteskan airmata sedikitpu hmm yah saya berfikir
bahwa saya harus kuat demi kakakku
tiba-tiba terdengar suara kak
Fikri ..
“STOPP!!!! Jangan sakiti adikku “
“STOPP!!!! Jangan sakiti adikku “
“HAAHAAHA akhirnya kau
sampai juga di sini FIKRI!”
“Apa yang kau ingikan
bukankah saya telah melaksanakan apa
yang kau perintahkan mengapa kau sakiti
adikku ? HAH?”
Disini saya
mendengarkan semua percakapan antara penjahat disampingku dan kakakku yang
tidak jauh dari kami saya tidak mengerti
apa yang mereka bicarakan TENTANG PERINTAH ATAU IMBALAN setelah itu mereka berkelahi tepat
dihadapanku oh tidakk penjahat itu
mengeluarkan pisau dan menusuk tepat d peruut kkak FIKRII ..
AWASSS
KAKAKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! /teriakku/
Apalah dayaku itu
terlambat pisau itu telah terrtancap
d petut ka fikri dan kak fikri masih
mampu berdiri kokoh melawan penjahat itu
saya takdapat berbuat apa-apa
karena aku telah lemah tak berdaya karena cambukan dari penjahat itu akan
tetapi saya mencoba bangkit dan mengambil senjata api yang tergeletak diatas
meja dan langsung menembak dada penjahat
itu
duarrrrr!%# 4%^&*(&*(&T%%
“Aaaaaaa….” teriak penjahat itu lalu roboh seketika lalu aku berlari kearak Kak Fikri yang hamper roboh juga lalu memeluknya karena tak dapat menahan tubuhnya akupun duduk dan kak Fikri meniduri pahaku ..
“RA! Kakak minta maaf yah kakak banyak salah sama kamu dan Ayah “ sambil mengeram kesakitan memegang perutnya .
“kakak jangan ngomong gitu .. Rara yang banyak salah sama kakak Rara yang harus minta maaf kak .. “ air mataku sudah tak terbendung lagi aku menangis dihadapan kak Fikri memohon agar kak Fikri bertahan
“Aaaaaaa….” teriak penjahat itu lalu roboh seketika lalu aku berlari kearak Kak Fikri yang hamper roboh juga lalu memeluknya karena tak dapat menahan tubuhnya akupun duduk dan kak Fikri meniduri pahaku ..
“RA! Kakak minta maaf yah kakak banyak salah sama kamu dan Ayah “ sambil mengeram kesakitan memegang perutnya .
“kakak jangan ngomong gitu .. Rara yang banyak salah sama kakak Rara yang harus minta maaf kak .. “ air mataku sudah tak terbendung lagi aku menangis dihadapan kak Fikri memohon agar kak Fikri bertahan
“ Ra maafin kakak
…….“ setelah kalimat itu kak Fikri lalu
menutup matanya dan aku tak tahu ingin lakukan apa.. aku hanya bisa menangis dan mencari handphone di saku kak
Fikri dan menelpon ambulance dan ayah.
Sesampainya di rumah sakit Kak fikri
lalu di tangani oleh dokter-dokter
kepercayaan ayah . Aku dan ayah berada dalam ruangan tunggu tangan dan
pakaianku yang penuh darah ini tak
sempat kubersihkan dan aku tak
henti-hentinya menangis dan merasa bersalah .Ayah juga terlihat sedih sepertinya ia menangis tetapi aku tak mampu
bercakap dengannya aku hanya mendekatinya dan memeluknya sedang cepat ayapun membalas pelukanku tampa
berkata apapun . Setelah beberapa jam
kami diizinkan melihat keadaan kak fikri.Kak Fikri terlihat tertudur dan sangat Tampan dengan wajah
tersenyum akupun kembali meneteskan air mata
membayangkan kembali kenangan
bersama kakFikri ,Mama dan Ayah.. lalau ayah memelukku dan berkata
‘’Kakak mu akan baik –baik saja percayalah ‘’
‘’Kakak mu akan baik –baik saja percayalah ‘’
Akuhanya membalas pelukan ayah dan tersenyum .. tiba-tiba Kak fikri memanggil namaku dan
Ayah
« Ayah..Rara ! «
« Ayah..Rara ! «
« iya kak « jawabku
« Ayah ,Ra maafin Fikri yah »
« Ayah maafin fikri « Ayah sayang sama Fikri …
« makasih ayah «
« makasih ayah «
Ra kamu jaga ayah baik-baik yah
..kamu juga jaga kesehatan «
« kakak ngomong gitu kayak mau pergi ..jangan gitu kak «
Kak Fikri hanya tersenyum dan berkata
“ Ayah bisikin kalimat syahadat ditelinga Fikri dong «
“ Ayah bisikin kalimat syahadat ditelinga Fikri dong «
« iya nak «
«ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh
«
ašhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh
“wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar
rasūlu l-Lāh “waashaduannamuhammadarrasulullah…
wa ʾašhadu ʾanna muḥammadar rasūlu l-Lāh
-TAMAT -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar